Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Saturday, March 8, 2014

..:: PENERIMAAN TARUNA AKMIL 2014 ::..



Pada posting kali ini, sesuai judul saya akan berbagi info penerimaan AKMIL tahun 2014. Kali ini pendaftarannya terlihat terlambat dari tahun kemarin (2013) yang notabane dimulai pada tanggal 4 Februari.

Info yang saya dapat dari group FB (Calon Taruna AKMIL), ada seseorang yang mempublish poster Penerimaan AKMIL 2013. Jadi info yang didapat berupa:

  1. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 17 Maret – 25 April 2014.
  2. Pendaftaran online melalui http://ad.rekrutmen-tni.ilmci.com/akmil/mulai.html
  3.  Persyaratan untuk mendaftar:
a.       Pria/Wanita bukan anggota/mantan prajurit TNI/POLRI
b.      Berijazah SMA/MA Program IPA, dengan ketentuan NEM/UAN sebagai berikut:
·   Lulusan tahun 2009 & 2010 Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata tidak kurang dari 6,5 (dari 10 mata pelajaran). Bagi calon yang menggunakan kacamata /lensa kontak dengan ukuranmaksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 7,5;
·   Lulusan tahun 2013 Lulus Ujian Nasional dengan nilai rata-rata tidak kurang dari 7 dan tidak ada nilai dibawah 6 (gabungan nilai UN dan nilai sekolah). Bagi calon yang menggunakan kacamata /lensa kontak dengan ukuranmaksimal 1 Dioptri, nilai rata-rata tidak kurang dari 8 dan tidak ada nilai dibawah 7;
· Lulusan tahun 2012 Lulus Ujian Nasional dengan nilai akhir rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian Sekolah) minimal 7,25 dan tidak ada nilai dibawah 6. Bagi calon yang menggunakan kacamata /lensa kontak dengan ukuranmaksimal 1 Dioptri, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian Sekolah) minimal 8,25 dan tidak ada nilai di bawah 7.
· Lulusan tahun 2013 Lulus Ujian Nasional dengan nilai akhir rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian Sekolah) minimal 6,87. Bagi calon yang menggunakan kacamata /lensa kontak dengan ukuranmaksimal 1 Dioptri, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai Ujian Nasional dan nilai Ujian Sekolah) minimal 7,87;
·   Lulusan tahun 2014 akan ditentukan kemudian.
c.      Calon Taruni AKMIL TA 2014, dengan ketentuan sebagai berikut:
·   Direkrut dari SMA Unggulan yang ditunjuk dan mantan Paskibraka tingkat Nasional tahun 2012 dan 2013 program IPA kelas XII;
·      Persyaratan nilai rata-rata UAN akan ditentukan kemudian;
d.     Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama sampai dengan  satu tahun setelah pendidikan pertama;
e. Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm untuk pria dan 160 untuk wanita serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku;
f.        Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun.
g.       Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
h.      Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 cm
i.  Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi.
·         Administrasi.
·         Kesehatan.
·         Jasmani.
·         Wawancara.
·         Psikologi.
·         Akademik.

Nah dari info diatas dapat disimpulkan:
  1. Taruna Akmil  tahun 2014 hanya untuk lulusan SMA/MA (Bukan SMK) jurusan IPA (Bukan IPS atau Bahasa).
  2. Taruni Akmil tahun 2014 hanya dari SMA Unggulan yang ditunjuk dari pihak TNI dan harus Paskibraka Nasional, jadi tidak asal siswi bias daftar.
  3. Setahu saya kuota untuk Taruna Akmil tahun 2014 ini sebanyak 16 Taruni dan 214 Taruna, info ini saya dapat dari Gubernur Akmil Mayjen. Sumardi di cara Kameraria TVRI.
Untuk info penerimaan sebelumnya bisa buka disini. Sekian info dari saya semoga bermanfaat.

UPDATED:
Dapat info bahwa batas pendaftaran diperpanjang sampai 2 Mei 2014, dengan cara mendaftar:
1.      Calon mendaftar secara online melalui webside http://rekrutmen- tni.ilmci.com Pada pilihan wilayah; pilih sesuai domisili calon. 
2.      Calon datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan menyerahkan hasil print out pendaftaran online dan persyaratan administrasi antara lain : 
Foto kopi masing-masing 2 (dua) lembar dari : 
(1). Kartu Kewarganegaraan(bagi keturunan WNA) 
(2). Akte kelahiran/Surat kenal lahir. 
(3). KTP calon dan KTP orang tua/ wali. 
(4). Kartu Keluarga (KK) 
(5). STTB SD, SMP, SMA/MA berikut NUAN.
Bagi mereka yang masih duduk dikelas III SMA agar melampirkan rapt kelas I s.d kelas III Semester I serta membawa surat keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon adalah siswa kelas III yang terdaftar sebagai peserta UAN Persyaratan administrasi asli dapat diserahkan pada saat test awal (Mulai tanggal 5 Maret s/d 21 Mei 2014). 

(6). Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4×6 Cm sebanyak 5 lembar.

Komando!

Tuesday, November 26, 2013

.:: PINGIN JADI KOPASSUS? WAJIB BACA BUKU INI! ::.



Yup. Seperti judul diatas, jika teman-teman berkeinginan menjadi salah satu pasukan elite Indonesia KOPASSUS alias Komando Pasukan Khusus. Berarti teman-teman wajib membaca buku ini. Ya membaca! Bukan membeli loh. Hehe. Jadi kalian boleh pinjam entah dari sapa wkwk :D

Buku ini berjudul KOPASSUS UNTUK INDONESIA (EDISI REVISI 2013) (ISBN: 978-979-1008-29-7), terbitan dari Red &White Publishing. Buku ini merupakan rangkuman dari informasi Tim KOPASSUS secara resmi. Penulisnya ialah Iwan Santosa dan E. A. Natanegara serta fotografi oleh A. Darwin Triadi. Buku ini memiliki dimensi 21.1 cm x 14 cm dengan soft cover silver metalik yang elegan. Buku yang berisi kurang lebih 391 halaman ini berisi banyak sekali hal-hal yang mencengangkan bagi kaum awam seperti saya. Karena dibuku ini menjelaskan Sejarah awal mula berdirinya KOPASSUS, Tatacara perekruitan anggota, Cerita dibalik penugasan, dan masih banyak yang lainnya. Intinya buku ini sangatlah recommended untuk dibaca guna menambah refrensi dan semangat kita. Tak heran buku KOPASSUS UNTUK INDONESIA ini menjadi Best Seller.

Untuk edisi terbaru kali ini terdapat beberapa tambahan cerita didalamnya, dengan beberapa judul diantaranya:
  • KOPASSUS LAWAN PRAJURIT "SHAO LIN" DI SANDONG
  • DIGIGIT NENEK DI LERENG MERAPI
  • MENCARI BLACK BOX SUKHOI SUPER JET-100
  • SATGAS MERAH PUTIH DALAM PEMBEBASAN MV SINAR KUDUS
  • EKSPEDISI NKRI : PEDULI DAN LESTARIKAN ALAM INDONESIA
  • MENJADI SHERPA ANAK SD DI GUNUNG KERINCI
  • PEMERINTAH PUSAT MEMENUHI JANJI
  • KEPEMUDAAN DAN BELA NEGARA
  • AYO INDONESIA BISA!
  • KALAU PRAJURIT KOPASSUS JADI ATLET
Bagi teman-teman yang bekenan membelinya bias langsung membeli secara online kepada redaksinya, seperti yang saya lakukan. Saya membeli edisi terbaru/revisi pada bulan Mei 2013 seharga 80rb (kalau tidaksalah). Atau bias langsung membeli ke tempatnya dialamat berikut:
Red And White PublishingJl. Sunter Garden Blok. B9 / No. 3B Sunter Agung, Jakarta Utara 14350Telp. 021-6530085, Fax. 021-6530084

atau bisa kepada Bapak Abd. Manan (saya beli kepada beliau via email) : abdul@redandwhite.co.id
Pemesanan Buku ini dilakukan, dengan melengkapi nama , alamat lengkap beserta kode pos dan no. telepon. Semoga dengan ini dapat membantu teman-teman semua ^^


Monday, November 25, 2013

.:: MEMBANGUN MINDSET YANG MENGALAHKAN RASA MALAS, CAPEK, DAN LELAH ::.



Sebagai seseorang yang terkadang dilabeli ‘pemalas’, merasa (ini baru merasa saja lho ya) capek atau lelah biasanya adalah alasan pertama dan utama saya untuk berhenti atau menunda mengerjakan sesuatu yang sebenarnya penting dan mendesak untuk dikerjakan.
Alasan saya? Yaaa, mau bagaimana lagi, masa mau dipaksakan terus bekerja kalau sudah capek. Nanti malah hasilnya jelek atau tidak maksimal, atau saya akhirnya jadi jatuh sakit dan malah tidak bisa mengerjakan hal yang lain. Plus segudang alasan lainnya.
Tapi baru-baru ini saya membaca sebuah artikel dari Christian Jarrett, penulis majalah dan editor blog British Psychological Society (BPS), mengenai sisi psikologis dalam mengatur stamina [pdf] pada atlet, dan bagaimana mereka membangun ketahanan mental untuk mengalahkan rasa malas berlatih atau capek dan lelah ketika berkompetisi. Apa saja?

Mengingat rival, saingan, atau kompetitor kita. Ketika berlatih, belajar, atau bekerja, ada kalanya rasa malas melanda, bahkan sejak kita bangun pagi di tempat tidur. Untuk mengatasinya, kita bisa mengingat siapa saja rival, saingan, atau kompetitor kita, dan membayangkan bahwa mereka sudah bangun dan sibuk berlatih atau bekerja untuk ‘mengalahkan’ kita sementara kita masih ngolet di kasur. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi kan?

Memiliki inspirasi dan motivasi yang kuat sebagai alasan berjuang. Ada yang termotivasi untuk membahagiakan orangtua, menyejahterakan anak-istri, atau terinspirasi oleh tokoh idola yang juga berhasil di bidang yang sama. Apapun inspirasinya, itu harus sangat pribadi dan emosional untuk kita, sehingga bisa jadi penyemangat atau pembangkit yang kuat dan efektif.

Membagi tujuan akhir menjadi serangkaian tujuan kecil. Tujuan akhir yang besar akan terasa sulit dilaksanakan, sehingga seringkali kita justru menurunkan standar. Padahal, jika tujuan akhir itu dibagi-bagi ke dalam beberapa tujuan lebih kecil, tujuan akhir sebesar apapun akan lebih mudah dijalani karena kita hanya perlu berfokus pada satu tujuan kecil saja. Keberhasilan dalam mencapai satu tujuan kecil nantinya juga lebih memotivasi kita untuk mencapai tujuan berikutnya.

Membayangkan skenario terburuk dan mengantisipasinya. Keinginan untuk berhenti pasti sempat terbersit ketika kita melakukan kesalahan fatal atau menemui hambatan tak terduga. Dengan membayangkan skenario-skenario terburuk yang mungkin timbul dan menyusun rencana untuk mengantisipasinya, maka kita tidak akan panik atau mudah menyerah ketika hal-hal buruk itu benar-benar terjadi.

Menerima rasa lelah sebagai bagian dari usaha. Rasa lelah harus diterima sebagai hal yang tak terhindarkan, bahkan normal dalam berusaha. Agar kita bisa tetap terus berusaha meskipun seluruh badan terasa capek, kita bisa mengingat pengalaman di masa lalu (entah pada saat berlatih atau belajar) di mana kita pernah mengalahkan rasa lelah dan pada akhirnya berhasil.
Bagaimana dengan anda, apakah anda punya cara sendiri untuk mengalahkan rasa capek dan lelah?


Sunday, November 24, 2013

.:: MEMBINA SECARA KERAS BUKAN BERARTI MENYIKSA ::.



Di Lapangan Puncak Tidar (pakunya Pulau Jawa) tampak jelas para Taruna Tingkat III (Sermadatar) berpakaian PDLT lengkap dengan samaran disertai mata tajam bersinar dan raut wajah penuh semangat, duduk dengan rapi mendengarkan pengarahan Gubernur Akmil Brigjen TNI Gatot Nurmantyo. 
Suasana itu tersebut merupakan salah satu rangkaian akhir kegiatan Sermadatar melakukan pesiar terpimpin yang dimulai pukul 20.00 WIB Sabtu (23/1) malam hingga Minggu (24/1) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan latihan pengasuhan yang diprogramkan oleh Komandan Resimen Tarunan Kolonel Inf Heronimus Guru dan staf Mentar.

Dalam pengarahannya Gubernur Akmil menyampaikan, bahwa latihan tersebut dilakukan guna mencuci otak kembali peranan Taruna sebagai senior dalam membina yuniornya sebagai adik asuh. Kehidupan keluarga asuh memang merupakan tradisi Taruna Akmil secara turun-temurun, akan tetapi tradisi tersebut bukan alat senior untuk menjadikan Taruna yuniornya sebagai pembantu atau sasaran mengungkapkan kemarahan atau emosi, akan tetapi agar tercipta jiwa korsa dan kekompakan di antara sesama Taruna serta terbentuknya soliditas maupun loyalitas di antara kakak asuh dan adik asuh, agar dalam penugasan di satuan TNI-AD nantinya dapat menjadi team work yang solid dan tangguh menghadapi setiap tantangan tugas yang kedepan semakin tidak ringan.

Lebih lanjut Brigjen TNI Gatot menekankan bahwa membina adik asuh (Taruna yunior) memang harus keras, akan tetapi bukan untuk melakukan penyiksaan yang dapat membuat cedera permanen, namun untuk membekali mereka agar tidak pantang menyerah dan mudah putus asa. Disela-sela pengarahannya guna membangkitkan semangat dan kesungguhan para Taruna, disampaikan juga doa dari seorang ayah Jenderal Douglas Mac Arthur kepada anaknya, Ya, Tuhan, aku mohon agar anakku tidak dibawa ke jalan mudah dan lunak, tetapi ke jalan yang penuh desakan, kesulitan dan tantangan. Didiklah anakku supaya ulet berdiri di tengah badai. Bentuklah anakku menjadi manusia yang jernih, cita-citanya luhur, anak yang sanggup memimpin dirinya sebelum memimpin orang lain. Dengan demikian, aku ayahnya akan memberanikan diri untuk berbisik, hidupku ini tidaklah sia-sia. Doa tersebut disampaikan untuk melatarbelakangi perlunya Taruna melaksanakan kegiatan seperti ini. 
Pada kesempatan tersebut mendampingi Gubernur Akmil adalah Dan Mentar, Dirbinlem, Dirbindik, Kadep Tik dan pejabat distribusi B Akmil terkait dan para pengasuh Taruna madya dibawah komando Danyon Madya Letkol Inf Susilo.